Kemal Jufri, memberi roh optimisme fotografer Indonesia

8 Aug

Oleh Monalisa

KEMAL JUFRI dalam wawancaranya bersama tim ClickFotografi. foto/Imam Santoso.

“Saya bersyukur dan bahagia bisa ikut membawa harum nama Indonesia di kancah fotojurnalistik dunia dan memberi semangat untuk fotografer lain”

Jakarta, 8/8 (ClickFotografi) – Dunia fotojurnalistik bergembira. Keberhasilan Kemal Jufri meraih juara kedua kategori People in the News Stories dalam penghargaan bergengsi World Press Photo 2011 tidak hanya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya, namun untuk Indonesia.

“Untuk bisa memperoleh penghargaan dari World Press Photo memang bukan hal mudah, saya pun  sebelumnya telah berkali-kali mengikutsertakan karya saya. Namun saya tidak pernah menjadikan ajang penghargaan sebagai target dalam berkarya,” kata Kemal disela acara diskusi foto yang diselenggarakan oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Jakarta, (6/8).

Tidak hanya sampai disitu. Foto yang menampilkan tragedi letusan gunung Merapi itu juga membawanya meraih penghargaan Internasional lainnya, yaitu penghargaan dalam tiga kategori (juara ketiga kategori General News Picture Story, juara ketiga kategori Science & Natural History dan Award Excellence dalam kategori Spot News) dari organisasi Picture of The Year International, Medali Emas kategori Disaster News Stories dari China International Press Photo Contest, juara kedua kategori Environmental Picture Story dari National Press Photographers Association’s Best of Photojournalism Contest dan Medali Emas kategori Nature/Environmental Picture Series dari Prix de La Photographie Paris (PX 3).

Kiprah Kemal sebagai fotografer memang sudah tidak diragukan lagi. Lebih dari satu dekade dia menggeluti profesi ini. Berawal dari mengikuti workshop fotografi di GFJA, Kemal semakin serius menyelami dunia fotografi khususnya fotojurnalistik. Berlanjut magang di Antara Foto dengan asuhan langsung Oscar Motuloh, Kemal memutuskan fotografer jurnalistik sebagai profesinya.

Setelah itu, pada suatu kesempatan, Kemal yang memilih bekerja secara freelance mendapat penugasan dari majalah Asiaweek dalam kasus Majalah TEMPO yang saat itu dibredel. Sebagai putra dari pendiri TEMPO, Fikri Jufri, Kemal dinilai dapat lebih leluasa untuk melakukan liputan khusus tersebut. Karena kinerja dan hasil fotonya memuaskan, dia kemudian ditawari menjadi kontributor foto tetap di majalah tersebut.

Pada tahun 1996, Kemal mendapat tawaran kontrak untuk bekerja di kantor berita Perancis AFP biro Jakarta. Disinilah, dia mengaku melewati proses yang membuatnya lebih matang. “Pada masa itu, saya benar-benar merasa seperti digodok. Banyak peristiwa penting terjadi di Indonesia saat itu dan saya banyak sekali belajar dengan terjun langsung meliputnya,” jelasnya.

Karena alasan tertentu, Kemal mengundurkan diri dari AFP dan kembali lagi ke Asiaweek. Ia juga menjadi kontributor untuk majalah Time, Newsweek, Far Eastern Economic Review, dan beberapa majalah internasional lainnya.

Saat ini, Kemal kembali memilih bekerja secara freelance karena lebih sesuai dengan jiwanya. “Dengan freelance, waktu saya hanya menjadi milik klien saat saya bekerja untuk klien tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai, waktu kembali menjadi milik saya,” katanya.

Bagi Kemal, hal yang telah ia capai selama ini adalah hasil dari upaya kerja keras dan dedikasinya terhadap profesi yang digelutinya ini. “Keberuntungan pasti ada, namun mungkin hanya 10 %,” kata Kemal yang pernah tertembak peluru karet saat meliput kerusuhan di depan kampus Trisakti pada 1998.

Dia juga menyampaikan apa yang dia lakukan adalah untuk menyampaikan berita dengan sebaik-baiknya. Sebagai jurnalis foto, dia merasa perlu untuk mengangkat berbagai isu sosial dalam sebuah dokumentasi visual. “Saya berharap karya saya dapat menyentuh hati serta meningkatkan kesadaran orang yang melihatnya. Terlebih apabila bisa membawa pada sebuah perubahan yang positif,” ungkapnya

“Masih banyak isu-isu sosial budaya Indonesia yang ingin saya telusuri. Termasuk hal-hal yang bisa menjadi kritikan terhadap Pemerintah Indonesia,” tambah Kemal.

Sementara itu Kemal menghimbau untuk fotografer pemula bahwa ketekunan itu penting. Profesi ini bukan pekerjaan yang mudah dan harus dijalani dengan motivasi yang tepat dan karena panggilan hati, bukan sekedar mencari ketenaran atau mengejar penghargaan dan materi.

“Jangan mudah puas dengan karya kita sendiri, karena  selalu ada hal baru yang dapat dipelajari. Profesi ini juga harus memiliki dedikasi yang tinggi,” tutur Kemal.

Kemenangan Kemal Jufri seolah memberikan roh optimisme kepada fotografer Indonesia bahwa karya mereka layak diakui dunia.

“Saya bersyukur dan bahagia bisa ikut membawa harum nama Indonesia di kancah fotojurnalistik dunia dan memberi semangat untuk fotografer lain,” tambahnya.

Rangkaian Foto Tragedi Merapi Karya Kemal Jufri

Biodata Singkat:

Nama Lengkap: Kemal Jufri
Lahir: Jakarta, 7 Juni 1974
Pendidikan:
–    SD Trisula Jakarta
–    SMP Lab School Jakarta
–    SMA Mid-Pacific Hawaii, Amerika Serikat

Beberapa penghargaan yang diterima :

1998 – Newsweek magazine Best Picture of the Year
2000 – Award of Excellence in General News category from POYi (Picture
of the Year International) USA
2000 – US News & World Report Magazine Best Picture of the Year
2000 – Tempo Magazine’s Indonesian Artist of the Millenium
2001 – Pantau Magazine Most Outstanding Young Indonesian Journalist Award
2004 – World Press Photo Internship grant with Corbis Photo agency in Paris
2005 – 21st American Photography Annual Award
2005 – Time magazine Best Photo of the Year
2006 – Silver Award for Best in News Photography from IFRA (The
world’s leading association for newspaper and media publishing)
2007 – 2nd Place in Science & Natural History category from POYi
(Picture of the Year International) USA
2007 – World Press Photo Millennium Development Goals Book Project Grant
2008 – Exhibition winner PX3 (Prix De La Photographie Paris) Human
Condition Photography contest.
2008 – Honorable Mention in the National Geographic ‘s All Roads
Photography awards program.
2008 – United Nations- FAO Grant to document the Human Faces of Avian
Influenza in Indonesia.
2009 – 3rd Place in Local Personality Portrait category from NPPA BOP
(Best Of PhotoJournalism) contest in USA
2009 – PDN Photo Annual Award in the Photojournalism & Documentary
Photography category
2011- World Press Photo award 2nd Prize for People In The News Stories category.
2011- Award of Excellence in Spot News category from Missouri School of Journalism’s Picture of The Year International (POYi).
2011- 3rd place in the General News Picture story category from Missouri School of Journalism’s Picture of The Year International (POYi).
2011 – 3rd place in the Science/Natural History category from Missouri School of Journalism’s Picture of The Year International (POYi).
2011 – Gold Medal award in the category Disaster News Stories from China International Press Photo Contest (CHIPP).
2011 – 2nd place in the category Environmental Picture Story from USA National Press Photographers Associations’ Best of Photojournalism Contest.
2011 – Gold Medal award in the category Nature/Environmental photo series from Prix De La Photographie Paris (PX 3).

Sumber lain:
http://www.pdat.co.id/ads/html/K/ads,20030627-28,K.html
http://www.seribukata.com/2011/02/kemal-jufri-peraih-2nd-prize-world-press-photo-2011/

One Response to “Kemal Jufri, memberi roh optimisme fotografer Indonesia”

  1. vicky the man August 8, 2011 at 9:27 pm #

    imam dan mona,,, sukses ya buat kalian semua..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: