Oscar Motuloh: saya terpaksa belajar fotografi

8 Aug

“Hendaknya fotografer jangan terus berhenti berkarya, karena karya foto itu berusia pendek”

Oscar Motuloh sebagai salah satu legenda hidup dalam dunia fotografi. foto/ Flickr/ Yulian Hendriyana

Jakarta, 8/8 (ClickFotografi) – Membicarakan dunia fotografi di Indonesia, kurang lengkap rasanya tanpa menyebut nama Oscar Motuloh. Fotografer kantor berita ANTARA yang masih aktif hingga saat ini.

Segudang prestasi dimilikinya. Dan puluhan pameran baik di dalam dan luar negeri. Sehingga ia layak disebut “maestro” nya fotografi Indonesia.

  Tapi siapa yang menyangka, terjunnya Oscar ke dunia fotografi berawal dari keterpaksaan?
  Tim clickphoto berkesempatan berbincang langsung dengan sang maestro.
  Oscar menceritakan pada mulanya
dirinya adalah wartawan tulis di ANTARA. Setelah sebelumnya menjalani Kursus Dasar Pewarta (Susdape) angkatan kelima pada 1988.
  Baru pada 1990, ia pindah ke biro foto. Ketika itu, ia diminta oleh pemimpin redaksi, Parni Hadi, untuk menangani biro foto yang ditinggal pensiun para fotografernya.
  Pada mulanya, Oscar bingung harus mulai darimana. Fotografi dikenalnya ketika kuliah, itupun hanya sepintas.
  Namun minimnya pengetahuan yang dimilikinya, tak membuatnya surut. Ibarat kata pepatah “terlanjur basah, ya mandi saja sekalian”, Oscar pun demikian.
  “Secara pribadi, secara langsung ‘gua’ mempunyai keinginan untuk selalu menikmati visual,” ujar fotografer kelahiran Surabaya 51 tahun silam ini.
  Dia pun belajar fotografi dari nol. Semuanya dilakukan secara otodidak. Mulai dari buku-buku fotografi hingga belajar langsung dengan fotografer senior yang ada di Indonesia.
  “Antara tulis dan foto pada dasarnya hampir sama, yakni realita. Hanya saja penanganannya saja yang berbeda,” tukas dia.
  Dengan tegas ia pun mengatakan, apa yang dimilikinya sekarang bukan pada bakat. Tetapi ketekunannya untuk serius belajar. Hingga saat ini pun, Oscar tak pernah lelah untuk terus belajar.
  Setelah malang melintang, selama lebih dari dua dekade di dunia fotografi, nama Oscar menjadi tidak asing di dunia fotografi. Ia pun memiliki ketenaran.
  Oscar tetaplah seorang Oscar. Menurut dia, ketenaran bukanlah tujuan utama. Tujuannya adalah bagaimana karya fotografi bisa memberikan sumbangan untuk kemanusian.
“Dalam berkarya pun, tujuan utama “gua” membuat karya maksimal. Walaupun banyak kekurangannya,” tukas dia.
Ia pun menghimbau fotografer muda di Indonesia untuk terus belajar. Dan jangan mengacu pada hasil yang didapatkan baik berupa pujian ataupun dalam bentuk penghargaan.
  “Hendaknya fotografer jangan terus berhenti berkarya, karena karya foto itu berusia pendek. Umurnya tidak lebih dari 1×24 jam. Karena itu, fotografer jangan puas dengan apa yang didapatkan,” imbuh dia.
(ClickFotografi/Indriani Eriza).  Sumber dok. Yulian Firdaus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: